Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

07 September 2013

Kontroversi Operasi Sambung Kepala !!!

Peneliti: Operasi Sambung Kepala Manusia Bisa Dilakukan

Dunia ini memang semakin aneh, perkembangan teknologi memungkinkan manusia untuk melakukan hal yang luar biasa bahkan semakin menggila. Tentu bila kita tidak membuka pikiran, akan sangat sulit untuk menerima evolusi yang semakin jauh dari akal sehat.

Penemuan ini pasti akan memunculkan pro dan kontra. Mendengarkannya saja sudah membuat bulu ini merinding, apalagi kalau terbukti berhasil. Akan seperti apa jadinya. 

Satu hal yang perlu anda perhatikan.


Mohon baca artikel ini secara objektif, dengan pikiran netral dan jernih. Bila membacanya dengan emosi, akan sulit menemukan titik terangnya. Jangan terpancing emosi, bila ingin berdiskusi sampaikan dengan bahasa sopan dan tidak menyinggung. Selamat membaca.


Temuan ini terdengar aneh. Mustahil. Tapi bagi seorang ahli bedah syaraf, Sergio Canavero, hal ini bisa dilakukan dan akan sangat menentukan masa depan manusia. Temuan yang bikin heboh itu adalah soal transpalansi kepala manusia atau penyambungan kepala dan tubuh, atau head transplant. Jadi kepala si A, misalnya, bisa disambungkan dengan tubuh si B.

Temuan ini sangat berguna terutama demi menolong mereka yang terkena penyakit lumpuh. Artinya memang harus ada donor. Menurut Sergio, hal ini sangat mungkin dilakukan di masa depan sebab secara teoritis bisa, sebagaimana dilansir Telegraph, 3 Juli 2013.

Bagaimana caranya?
Caranya hampir sama dengan apa yang dilakukan pada hewan. Untuk diketahui soal sambung-enyambung kepala dan tubuh ini memang sudah pernah dilakukan pada hewan di tahun 1970. Saat itu salah seorang ahli bernama Robert White sukses menyambungkan kepala monyet jenis rhesus ke tubuh monyet rhesus lainnya.

Tiga dekade kemudian, tepatnya tahun 2001, para ahli AS melakukan operasi serupa dan memang berhasil.

Yang kurang berhasil adalah monyet hasil transplantasi Dr White itu. Semula setelah kepala disambung dengan tubuh, indra penciuman sang monyet sudah berfungsi, sudah mampu pula membuka mata, serta merasakan makanan.

Sayangnya, karena Dr White tidak dapat menyambungkan spinal cord (saraf tulang belakang), sehingga akhirnya monyet itu lumpuh dan mati beberapa jam sesudah pembedahan.


Lalu percobaan yang sama diteliti untuk manusia? Ya, agak ngeri-ngeri cerdas memang. Tapi sejumlah ahli meragukannya. Terutama karena susah menyambungkan saraf-saraf tulang belakang itu dengan syarat-syarat di kepala. Dan memang, White sudah pernah gagal melakukannya.

Tapi menurut Canevaro, kegagalan White itu semata karena teknologi pada tahun 1970 belumlah semaju sekarang. “Kemajuan teknologi untuk menghubungkan kembali sumsum tulang belakang sudah mungkin terjadi. Terobosan itu mampu menyembuhkan kelumpuhan yang diderita oleh manusia,” katanya.

Dia lalu menguraikan secara deteil perdebatan soal sumsum tulang belakang itu. Hambatan teknis dari usaha penyambungan itu adalah kesamaan sel tulang belakang antara pendonor dan penerima. Sama halnya seperti golongan darah.

“Namun, dengan berkembangnya teknologi, isu itu akan bisa diatasi. Saya yakin, dengan didukung dokter-dokter ahli, operasi penyambungan dapat dilakukan dalam waktu 36 jam dengan biaya kurang lebih £8,5 juta (setara Rp. 128 miliar),” ujar Canavero optimistis.

“Ini bukan fiksi ilmiah, tapi bisa dilakukan pada hari ini. Operasi penyambungan ini mampu memberikan kehidupan baru bagi manusia. Kendala terbesar adalah masalah dana,” tambahnya.

Prosedur transplantasi

Canevaro menambahkan bahwa prosedur transplantasi sama dengan yang dilakukan pada hewan. Menidurkan kedua belah pihak yang akan menjalani transplantasi.

Kemudian kepala yang akan ditransplantasi didinginkan antara 12- 15 derajat Celcius. Selanjutnya, ahli bedah punya waktu satu jam untuk memindahkan kedua kepala dan menyambungkan kembali transplantasi kepala ke sistem peredaran dari tubuh donor.

Soal batasan waktu satu jam itu mempertimbangkan waktu terlama otak dapat bertahan hidup tanpa aliran oksigen dan darah.

Dalam paper-nya, ia mengusulkan pemotongan spinal cord dengan pisau bedah tajam, kemudian secara mekanik menyambungkan spinal cord dari salah satu tubuh ke tubuh yang lain.

“Pemotongan tuntas jadi kunci untuk penyatuan spinal cord. Oleh karena itu, memungkinkan jalur transmisi utama sistem saraf yang membantu membuat saraf (akson) terdekat menyatu dengan akson lainnya,” jelasnya.

Penyatuan itu memanfaatkan fusogen atau sealant, yang memperbaiki kerusakan membran sel akibat cedera secara mekanik.

Sementara kepala disambungkan, tubuh donor harus didinginkan dan diletakkan pada posisi cardiac arrest — perawatan hilangnya fungsi jantung. Kemudian jantung tubuh donor dapat dihidupkan kembali setelah kepala disambungkan.

Kendati uji coba penyambungan kepala ke tubuh tulang belakang belum dicoba, ia tetap yakin. Canavero mengandalkan keberhasilan pada penelitian sebelumnya, yang mana ilmuwan telah menghubungkan kembali spinal cord tikus dan anjing.

Dianggap aneh

Namun, klaim dari Canavero langsung ditolak oleh Profesor Anthony Warrens dari British Transplantation Society. Dia mengatakan, menghubungkan kepala dan tubuh manusia tidak ada gunanya. Dia menganggap ini konsep yang benar-benar aneh.

Profesor Anthony tidak sendirian. Dr Calum Mackellar dari Scottish Council on Human Bioethics pun mengatakan konsep yang ditawarkan Canavero tidak masuk di akal.

“Tindakan menyambungkan kepala dan tubuh manusia adalah seperti adegan pada film horor,” tuturnya.

Hmmm, berarti yang bersedia menjadi pendonor tubuh harus rela melepas tubuh sehatnya untuk si penerima donor. Pertanyaanya apakah ada yang bersedia? Pengorbanan yang sangat berat dan mengerikan untuk saat ini.


sumber : http://forum.viva.co.id/iptek/1192326-peneliti-operasi-sambung-kepala-manusia-bisa-dilakukan.html

20 Juni 2009

10 Kebiasaan Perusak Otak

zzzzz ....................zzzzzzzzz...........zzzzzzzzz................zzzzzzzzzzzzz


-_-.......-_-.............-_-.........-_-.........*_*




weqs, ketemu lagi ^_^ (padahal blom kenal). Gimana nich kabar anda sekalian? Mudah-mudahan anda sekarang dalam keadaan waras. Sebab artikel ini membutuhkan kewarasan agar anda dapat mengerti inti sarinya.wkwkwkkwk..........




















Ehm..ehm!!! pada kesempatan kali ini saya akan memberikan suatu hal yang menarik untuk anda. Yaitu artikel tentang 10 kebiasaan buruk yang bisa merusak otak. Artikel ini saya dapatkan dari salah satu member ayo sharing. Yach... daripada dibilang plagiator, mending saya bilang sumbernya aja dech.




Sudah tahukah anda 10 kebiasaan yang bisa merusak otak? Kebanyakan kebiasaan itu ialah hal sepele yang biasanya anda lakukan. Namun bila kebiasaan berikut tidak anda ubah, maka bersiap sajalah otak anda akan rusak karena kebiasaan itu.




Berikut adalah 10 kebiasaan yang bisa merusak otak. Beserta tips cara mengatasinya :




1) Ogah untuk sarapan


Kebanyakan dari kita tidak mau sarapan karena bangunnya kesiangan, takut telat masuk kerja/sekolah, dll. Padahal kalau tidak sarapan akan menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Akibatnya otak akan kekurangan nutrisi sehingga anda tidak berpikir dengan optimal.


Tips : Sarapanlah dahulu sebelum anda beraktifitas. Tidak usah sarapan yang terlalu spesial. Cukup air putih dan segelas jus buah segar. Cukup simpel dan berguna untuk tubuh.




2)Kebanyakan makan


Ho-ho!! Selain bisa bikin gembrot, juga bisa mengeraskan pembuluh otak yang akibatnya bisa menurunkan kekuatan mental seseorang. Dan akhirnya anda akan mendapat julukan sigendut yang penakut.




Tips : Makanlah dengan porsi normal. Gak usah terlalu berlebihan. Sebaiknya berhenti makan sebelum kekenyangan.




3)Merokok, merokok, dan merokok.


Rokok itu tidak baik untuk kesehatan. Terutama pada kesehatan otak. Bayangkan kalau anda selalu menghisap benda mengerikan itu, otak anda akan penuh dengan asap rokok dan bisa saja membuat kepikunan.




Tips : Jika anda sudah tahu rokok mempunyai segudang efek negatif, kenapa masih merokok? Berhentilah sekarang juga atau otak anda akan menyusut. Dan bagi anda yang belum pernah merokok jangan pernah menghisap benda berasap itu! Tapi bagi anda yang sudah kecanduan ada baiknya anda mengurangi porsi merokok anda sedikit demi sedikit.




4)Terlalu banyak mengkonsumsi gula.


Protein dan gizi sangat penting untuk perkembangan otak. Namun penyerapan protein dan gizi akan terhalang bila ada banyak gula didalam tubuh anda.




Tips : Mungkin ada baiknya jika anda mengurangi porsi makanan manis. Khususnya bagi anda yang suka makanan manis.




5)Kelamaan ditempat yang berpolusi.


Oksigen tuch paling banyak diserap oleh otak. Gimana yach kalau yang diserap oleh otak bukan oksigen? Malah gas beracun yang terserap oleh otak. Tentunya akan membuat kerja otak tidak efisien.




Tips : Hmm... gimana yach? Mungkin anda harus menggunakan masker bila melewati tempat yang tercemar udaranya. Pokoknya sebisa mungkin untuk tidak berlama-lama ditempat tersebut.




Yup's! Itulah kelima kebiasaan buruk yang harus dihindari. Khususnya bagi anda yang masih ingin menjadi manusia waras. Tidak susah kan menjalankan tips diatas?




KATANYA ADA SEPULUH?


GIMANA SICH!!?




He-he! Yang limanya lagi ada diartikel bagian kedua. Soalnya saya ngetik diwarnet. Jadi kepepet sama biaya Billing. Lagi pula coba terapkan dulu 5 tips diatas. Kalau berhasil silahkan baca artikel bagian berikutnya!




Oke!! siapa yang sudah mencoba tips diatas?

22 Maret 2009

Jawaban Dari 7 Alasan Tentang Obat Puyer

Ingat pada posting yang saya tulis sebelumnnya? Kalau anda belum membacanya, silahkan lihat disini ! Sebab posting ini sangat berhubungan dengan posting sebelumnya. Kalau anda sudah membacanya, silahkan baca artikel saya yang satu ini.





Pada artikel sebelumnya, saya telah menjelaskan 7 alasan mengapa obat puyer dinilai berbahaya. Memang ke 7 alasan itu sudah menjadi fakta di dunia kesehatan Indonesia. Buktinnya, banyak para Apoteker di Indonesia yang tidak memperhatikan faktor kebersihan dalam pembuatan obat puyer. Kalau anda ingin tahu, silahkan lihat saja cara pembuatan obat puyer di Apotek terdekat rumah anda. Lihat bagaimana cara pembuatan obat di Apotek anda? Apakah dilakukan dengan baik atau tidak?

Kalau tidak Steril, maka tentu akan membahayakan keselamatan pengguna obat puyer termasuk anda yang mungkin selama ini telah menggunakan obat puyer. Jangan sampai obat puyer yang tujuannya untuk menyembuhkan penyakit kita, malah akan memperparah penyakit kita. Agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya bertanya pada dokter tentang prosedur medis yang akan anda jalankan.

Namun, saya harap anda tidak terlalu panik dengan hal ini. Tidak berarti semua obat puyer itu berbahaya. Untuk itu coba perhatikan jawaban dari 7 alasan tentang obat puyer berikut ini :

  1. Obat puyer dinilai tidak stabil.
Memang benar pembuatan obat puyer bisa saja menurunkan kestabilan obat tersebut. Namun selain pada puyer, hal itu bisa saja terjadi pada obat jenis lain. Seperti jenis syirup atau kapsul. Lagi pula, Dokter kan sudah di bekali ilmu Farmasi tentang kestabilan obat. Jadi tidak perlu khawatir! Kan Dokternnya sudah terlatih.^^

2. Sulit mengetahui obat mana yang menimbulkan efek samping.

Sebenarnnya gak susah buat mengetahui obat yang menimbulkan efek samping. Soalnya Dokter telah menuliskan resep sebelum membuat obat puyer. Di dalam resep itupun pasti telah tertulis daftar obat yang menjadi bahan pembuatan puyer. Jadi, akan lebih gampang menemukan obat yang menimbulkan efek samping.

3. Adanya sisa obat yang menempel pada blender atau alat penggerus.

Sebenarnya hal itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Masalah sisa obat yang menempel pada alat penggerus adalah hal yang wajar. Sisa obat yang tertinggal tidak akan mempengaruhi komposisi puyer secara signifikan. Lagi pula, hal ini kan biasa terjadi pada jenis obat apapun. Misalnya, pemberian obat sirup menggunakan sendok teh yang pada saat pemberiannya bisa saja ada sisa obat yang tertinggal pada sendoknya. Namun hal itu nyata nya tidak terlalu pada pasiennya kan?!

4. Obat puyer dibuat dengan cara kurang setril.
Faktor kebersihan memang sesuatu yang sangat diperlukan dalam pembuatan obat. Namun, gak perlu Super-Steril amat kan?! Yang misalnnya harus benar-benar 100% bebas dari kuman. Kotor sedikit aja jadi masalah. LEBAY DECH!!! Lagi pula asalkan memenuhi standar kebersihan gak ada yang perlu dikhawatirkan.

5.Dikhawatirkan khasiat obat puyer akan hancur oleh asam Lambung.

Agar hal itu tak terjadi, pastikan Dokter anda mempunyai High Knowledge. karena jika Dokternya sudah paham betul tentang ilmu Farmasi, pasti dia akan tahu obat mana yang akan hancur oleh asam Lambung dan yang tidak. Dokter yang High Knowledge pasti akan tahu bagaimana menjaga khasiat puyer agar tidak hancur oleh asam Lambung. Jadi, pilihlah Dokter yang profesional.^^

6.Dikhawatirkan terjadi Human Erorr

Kalau ini sebenarnnya jarang terjadi. Misalnnya, Dokter tidak hafal setiap merek obat yang dijadikan bahan puyer. Atau, Dokter keliru dengan memasukan obat yang salah kedalam resep. Kejadian tersebut bisa saja terjadi. Namanya juga manusia, pasti ada salahnya. Namun yang jelas hal ini tergantung dari Human Quality nya. Tidak usah khawatir kalau Dokter punya kualitas yang bagus.


7.Terjadi polifarmasi pada pemberian obat puyer.

Kalau Polifarmasi sebenarnya bisa terjadi pada semua jenis obat. Bukan saja pada obat puyer saja. Misalkan, pada obat sirup dimana seorang Dokter memberi lebih dari 3 botol obat sirup. Padahal, 1 botol obat sirup saja sudah terkandung lebih dari 2 obat berbeda. Lagi-lagi Good Quality dari dokter juga diperlukan untuk soal ini.

Wew, cape juga ngetiknya. Gimana nich? Masih ada yang mau ditanya? Dari penjelasan diatas sudah jelas kalau Human Quality yang sangat berpengaruh dalam pembuatan obat puyer. Pokoknya, kalau ingin obat yang anda minum aman. Pastikan Dokter dan Apoteker anda mempunyai Good Quality.

--Now, silahkan berkomentar kalau anda punya saran Menarik tentang ini!!!--


01 Maret 2009

Isu Tentang Obat Puyer Yang Beredar (Bag 2)

Pada posting sebelumnya, saya telah menjelaskan 7 alasan kenapa obat puyer itu dianggap berbahaya. Apakah benar obat puyer itu memang berbahaya mengingat pembuatannya yang kurang steril dan kemungkinan terjadinya polifarmasi? Sebenarnya, yang perlu anda waspadai bukan pada obat puyernya. Namun, lebih kepada pengetahuan Dokter atau keterampilan Apoteker dalam membuat obat puyer.

Kok, jadi yang perlu diwaspadai adalah Human Quality nya?

Yup, itu benar. Coba anda pikirkan, kalau dokternya saja mempunyai pengetahuan yang minim tentang kestabilan obat. Bagaimana mungkin dia bisa menyajikan obat yang benar-benar bisa menyembuhkan anda? Jadi, jangan ragu untuk menanyakan kepada dokter anda tentang prosedur medis yang akan dilakukan kepada anda. Sangat tidak etnis kalau dokter tidak mau menjawab pertanyaan anda.

Berarti, obat puyernya sendiri tidak berbahaya?

Ok, saya kasih tahu dulu sejarahnya. Sebenarnya, obat puyer dibuat sejak ratusan tahun lalu karena ketersediaan obat anak pada waktu itu begitu terbatas. Di Indonesia sendiri, sejarah peracikan obat puyer sudah dimulai sejak zaman kolonial Belanda. Dalam hal itu, yang berhak melakukan peracikan obat di Indonesia adalah :

  1. Apoteker (Ijazah, Smpah, SIK/SP, SIA, PERMENKES NO.922/93
  2. Asisten Apoteker (Dibawah Pengawasan Apoteker di Apotik)
  3. Dokter khusus untuk suntikan, kecuali dalam keadaan darurat, didaerah terpencil.
Dan ternyata, penggunaan obat puyer juga sudah menjadi polemik disejumlah negara. Seperti Bangladesh dan negara-negara afrika yang sudah meninggalkan penggunaan obat puyer karena banyaknya kelemahan.

Ada negara yang sudah meninggalkan Puyer?
Apa berarti obat puyer sudah tidak layak lagi di pergunakan?

Memang sebagian obat puyer ada yang berbahaya karena disebabkan minimnya pengetahuan Dokter atau kurang terampilnya Apoteker dalam membuat obat itu. Namun anda tak perlu khawatir, hal itu tidak akan terjadi selama Dokter dan Apoteker mempunyai Good Quality. Ketua umum IDI (Ikatan Dokter Indonesia) mengatakan "obat puyer tidak ada masalah syarat ketentuan dan prosedur dilakukan secara baik dan benar.


Little Green Men


Lagi pula, telah dijelaskan dalam UU No.23 Tahun 1992 Tentang kesehatan Pasal 80 ayat b

Barang siapa dengan sengaja memproduksi dan atau mengedarkan sediaan farmasi berupa obat atau bahan obat yang tidak memenuhi syarat farmakope Indonesia dan atau buku standar lainnya sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 40 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana senda paling banyak Rp 300 juta.





Jadi, bila anda merasa telah dirugikan akibat praktik tenaga medis tinggal lapor saja ke IDI. "Nanti diproses oleh majelis Etik untuk dibuktikan bersalah atau tidak menurut kacamata ilmu kedokteran" kata Fahmi Idris ketua IDI. Tapi jangan lupa, bawa identitas pelapor dan bukti-bukti yang cukup.

Jadi, ke 7 alasan yang ditulis artikel sebelumnya bagaimana?
Benar atau salah?

Hmm....!? Mengenai ke 7 alasan yang telah saya tulis di artikel sebelumnya akan saya terangkan diartikel saya yang berjudul "Jawaban Dari 7 Alasan Tentang Obat Puyer". Nantikan artikel saya pada minggu depan. Baca Yach!!!


Jadi, apakah anda sudah tidak bingung lagi mau menggunakan obat puyer atau tidak? Silahkan tulis komentar anda pada post komentar yang telah tersedia!

25 Februari 2009

Isu Tentang Obat Puyer Yang Beredar

Dunia kesehatan kembali di landa isu tidak sedap. Setelah sebelumnya di landa isu malpraktik oleh dokter yang tidak bertanggung jawab, kini beredar polemik puyer yang membuat masyarakat resah untuk mengkonsumsi obat jenis ini.

Saya sendiri baru tahu ketika melihat tayangan berita di salah satu stasiun tv swasta. Saat itu saya kaget melihat cara pembuatan obat puyer yang tidak higienis. Oleh karena itu, saya menuliskan artikel ini untuk memberikan informasi menarik kepada anda tentang polemik puyer yang beredar. Namun, saya berharap anda jangan terlalu panik tentang polemik oba puyer. Karena belum sepenuhnya obat puyer dinyatakan berbahaya

Apa yang menyebabkan obat jenis ini mendapat predikat buruk di kalangan masyarakat?

Mari kita simak beberapa hal yang dilontarkan Dr.Widodo Judarwanto S.P.A.

Dr. Widodo Judarwanto adalah dokter dari klinik alergi rumah sakit Bunda Jakarta. Pada jum'at 13 Februari 2009, beliau telah mengirim e-mail ke okezone.com yang berisi tentang alasan kenapa obat puyer ini di nilai berbahaya. Alasan-alasan tersebut telah saya rinci sebagai berikut :


  1. Obat puyer dinilai tidak stabil. karena pembuatan puyer dilakukan dengan cara mencampur lebih dari 1 obat. Sehingga di khawatirkan terjadi ketidakstabilan karena obat-obat tersebut saling berinteraksi.
  2. Sulitnya mengetahui obat yang menimbulkan efek samping. Karena puyer di buat dengan mencampur lebih dari 1 obat, maka bila terjadi efek samping pada pasien. Tentu akan sulit mendeteksi obat mana yang menimbulkan efek samping tersebut karena sudah tercampur dengan obat lain.
  3. Takarannya kurang tepat. Pembuatan obat puyer itu kan dengan cara di blender atau digerus (di gerus bahasa mudahnya di ulek kaya cabe^^). Biasanya akan ada sisa obat yang menempel pada Blender atau alat penggerusnya. Dan karena ada sisa obat yang tertinggal pada alat tersebut, pasti akan mengurangi komposisi obat puyer itu sendiri. Sehingga takaran nya pun menjadi tidak tepat.
  4. Obat puyer di buat dengan cara tidak steril. Hal itu dibuktikan dengan cara apoteker meracik obat tersebut tanpa menggunakan sarung tangan.
  5. Obat puyer akan hancur oleh asam lambung. Karena bentuk obat puyer berupa bubuk yang halus, maka dikhawatirkan obat puyer akan hancur oleh asam lambung sebelum mencapai kebagian tubuh yang di obatinya. Contohnya, seorang pasien diberi obat sakit kepala oleh dokter dalam bentuk obat puyer. Sebelum obat puyer itu sampai kebagian kepala yang sakit, pasti harus melalui lambung si pasien terlbih dahulu barulah sampai kekepala pasien yang sakit. Namun karena obat puyer yang begitu halusnya dikhawatirkan akan hancur oleh asam lambung sebelum sampai ke kepala.
  6. Dikhawatirkan terjadi Human Error. Karena pembuatan obat puyer memerlukan lebih dari 1 merek obat, dikhawatirkan dokter akan lupa setiap merek obat tersebut. Sehingga akan berpengaruh pada pembuatan resep.
  7. Kemungkinan terjadi Polifarmasi pada pemberian obat puyer. Polifarmasi adalah pemberian obat yang berlebihan kepada pasien. Contohnya,seorang dokter memberikan 2 obat sakit kepala kepada pasiennya. Padahal, 1 obat sakit kepala saja sudah cukup untuk menyembuhkan si pasien.

Itulah alasan-alasan yang menyebabkan masyarakat enggan dan takut mengkonsumsi obat puyer. Namun, mentri kesehatan Siti Fadilah mengatakan dengan tegas bahwa tidak semua obat puyer itu berbahaya. Beliau juga menyarankan agar masyarakat tidak perlu takut mengkonsumsi obat puyer. Karena, Dokter sudah menyesuaikan peracikan obat puyer sesuai dengan berat badan si pasien. Jadi, kecil kemungkinan akan terjadi polifarmasi dalam obat puyer.

Lalu, bagaimana dengan anda? Apakah anda akan tetap mengkonsumsi obat puyer atau beralih ke obat jenis lain? Bingung?! Baca artikel saya selanjutnya pada "Isu Tentang Obat Puyer Yang Beredar (bag 2)" pada minggu depan.